Selasa, 21 Februari 2012

Ingin Belajar C++ & Pengalaman Coding

 
Sudah lama aku ingin belajar bahasa pemrograman ini. Menurutku, karena memang bahasa pemrograman ini bisa digunakan di banyak platform. Ditambah lagi, bahasa ini juga bisa digunakan untuk mikrokontroller. Jadi aku ga perlu susah - susah untuk belajar Assembly. Senang rasanya bisa kuliah di Institut Teknologi Telkom selain rasa senang karena bisa kuliah disitu aku juga senang karena aku diterima di jurusan yang kuimpikan selama ini yaitu Jurusan Tek. Informatika. Alasanku memilih jurusan ini adalah karena aku pengen membuat program yang nantinya bisa disesuaikan untuk kebutuhan manusia. Pertama kali belajar bahasa pemrograman rasanya senang banget, diajarin Coding, Algoritma, Sorting dll. Setiap program yang sudah selesai dibuat rasanya memiliki kepuasan sendiri untukku. Coding itu sebenarnya asik sekali, tapi bukan berarti Coding itu mudah lho. Coding juga Susah, tapi disitu letak kepuasannya. Disitulah saat - saat aku berjuang keras untuk membuat algoritmanya. Bahkan terkadang aku juga sempat putus asa karena program yang aku buat gagal atau ga bisa di Compile. Tapi tak apa, aku gak akan menyerah yang penting aku harus berusaha dan tak lupa juga aku harus selalu dalam keadaan tenang dalam melakukan Coding. Aku merasakan bahwa membuat program itu butuh kerja keras disaat aku Praktikum Pemrograman Komputer. Saat praktikum aku diberi soal - soal yang 90% semuanya harus membuat program. Wah, ketika melihtanya soalnya saja sepertinya sudah sulit sekali. Hmmm, tapi apa boleh buat mau tidak mau aku harus tetap berusaha memecahkan masalahnya kedalam Code. Memang ada beberapa soal yang mudah dan ada juga yang susah. Kalau pas dapat yang mudah masih enak ngerjainnya, tapi giliran dapat yang susah hadeuh mumetnya minta ampun. Kadang harus bolak balik panggil kakak Asistennya, buat bantuin mecahin Code nya. Tapi, disitulah aku mulai belajar dan menyadari bahwa Kerja Keras itu benar - benar dibutuhkan dalam peng-Codingan. Aku pun tak menyerah, aku tetap mencoba dan mencoba meski kadang "Compile Error" yang ku temukan. Hingga akhirnya, aku coba mengerjakan nya dengan tenang dan belajar dari kesalahan algoritma yang salah tadi. Alhasil program itu berhasil aku buat, Wah rasanya puas sekali ketika program itu selesai dibuat dan bisa dijalankan. Memang betul kata temanku, tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras dan sesuatu yang dilakukan dengan kerja keras akan memberikan kepuasan sendiri bagi mereka yang melakukannya. Hmmmm, mulai dari situ aku sadar bahwa untuk membuat program itu yang terpenting adalah berlatih dan berlatih dengan kerja keras. Bukan semata - mata karena IQ yang tinggi, tapi karena Jerih Payah lah program itu bisa dibuat.

Itulah saat - saat awal aku mulai membuat program. Dulu waktu aku SMA pernah ingin belajar bahasa pemrograman, tapi yang aku pelajari hanya teori nya saja. Jadi waktu aku mulai kuliah, lupa dech ma bahasa pemrograman yang dulu udah aku pelajari. Kini aku mulai lagi belajar bahasa pemrograman, dan bahasa pemrograman yang aku pelajari pertama di Kampus adalah bahasa Pascal. Sekarang aku ingin melanjut ke bahasa yang lain, Yaitu bahasa C++, Java, CSS, Javascript dan PHP. Untuk sementara aku ingin belajar yang ini dulu, karena menurut ku bahasa pemrograman itu lah yang paling banyak digunakan saat ini. Kata Dosen PTI ( Pengantar Teknik Informatika ) yang terpenting adalah Algoritmanya, jadi kalau kita udah tau algoritmanya nanti kita tinggal nyesuain aja ke bahasa pemrograman lainnya. Biasanya yang membedakan bahasa pemrograman 1 dengan yang lainnya adalah Syntax nya saja. Jadi, intinya aku harus lebih banyak belajar dan berlatih agar aku dapat mengusai bahasa pemrograman yang aku impi - impikan. Sebenarnya mengapa aku tertarik membuat program adalah karena aku suka banget ngelihat orang yang membuat program, karena menurut pandanganku orang yang membuat program itu terlihat keren. Jadi aku pengen seperti mereka juga, melakukan suatu aktivitas yang membuat orang berdecak kagum ketika melihatnya. Alhamdulillah, kini aku sedang berada dalam tahapan itu. Dalam tahapan untuk menjadi seperti mereka, semoga aku bisa menjadi seorang Programmer yang hebat. Aku ga nyangka, aku bisa seperti saat ini sekarang. Oleh sebab itu, aku harus banyak - banyak bersyukur karena Allah telah menunjukkan dan membawaku kepada mimpi - mimpiku. Terima Kasih ya Allah, karena engkau telah membawa ku kepada jalan yang mengantarkan ku kepada mimpiku. Mudahkanlah Jalanku untuk mewujudkan mimpi - mimpiku, dan kuatkanlah tekadku ya Allah.

By : Arga Nur Pratama

Minggu, 12 Februari 2012

Generasi Baru, Inovasi Baru & Strategi Baru

 
Begitu banyak Aksi yang sudah dilakukan Oleh LSM dan organisasi untuk memberi kesadaran kepada para pejabat negara ini, begitu banyak juga para akademisi yang menulis artikel - artiekl tentang pembangunan. Semua itu insyaallah akan memberi hasil yang bermanfaat nantinya. Meski belum bisa mengubah semua, tapi ini juga merupakan proses yang harus dilalui dengan sabar. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita juga memilki Inovasi baru untuk membangun bangsa ini. Generasi baru, berarti Inovasi Baru. Dalam buku Entrepreneur yang pernah ku baca, disitu disebutkan Indonesia saat ini hanya memiliki 2% Entrepreneur, untuk mendongkrak kemajuan Indonesia dibutuhkan 8% Entrepreneur. Mungkin ini juga cara yang bisa dipakai untuk membangun bangsa ini, Mengembangkan UKM, dan mendidik masyarakat untuk menjadi Entrepreneur. Menciptakan budaya untuk masyarakat Indonesia agar menjadi seorang Entrepreneur adalah pilihan yang tepat, mendidik anak mulai sejak dini untuk belajar menabung sebelum ingin membeli sesuatu yang diinginkan, mendidik untuk mandiri dengan memberi uang jajan anak yang nantinya uang tersebut diatur sendiri oleh si anak tapi meskipun begitu pengawasan oleh orang tua tetap dibutuhkan, juga mendidik anak untuk bisa berwirausaha ketika usianya sudah mencapai dewasa atau kira - kira 17 tahun.



Pembinaan atau pendidikan memang lah sangat dibutuhkan untuk mencetak Generasi - Generasi Unggul. Oleh sebab itu, pembinaan itu juga harus dilakukan secara berkesinambungan agar si anak tadi terbiasa dan menjadi karakter pribadinya. Peran keluarga sangatlah membantu, tetapi bukan hanya keluarga saja disini yang memiliki peran penting untuk pembentukan karakter anak tersebut. Ada lingkungan, Sekolah, bahkan buku - buku yang dibaca oleh si anak tersebut akan menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter tersebut. Berada di Lingkungan yang baik, insyaallah itu akan memberi efek yang baik pula pada karakter si anak itu. Oleh sebab itulah, mengapa aku menekankan pembangunan bangsa ini melalui pembinaan dan pendidikan. Jika setiap anak itu didik melalui sejak dini dengan pembinaan atau pendidikan yang baik, insyaallah kedepan nya si anak tadi akan menjadi generasi penerus yang handal. Meski jika lingkungan di tempat ia bekerja nanti buruk, itu tidak akan memberi efek yang buruk bagi pribadinya karena ia sudah memiliki pondasi karakter yang baik yang sudah dibentuk sejak ia kecil.



Ada begitu banyak cara untuk membangun bangsa ini, mungkin jika ada 4 dari 10 pemuda bangsa ini berfikir tentang bagaimana cara nya untuk menjadi kan bangsa ini menjadi maju. Tetap berkarya, meski kita tau rintangan itu tetap ada. Baik dari orang - orang, lingkungan, materi dan hal lainnya. Tapi yang terpenting adalah semangat dan niat yang tulus untuk membangun bangsa ini. Ketika niat yang tulus dan semangat sudah kita miliki insyaallah jika rintangan itu datang kita tidak akan gamang dalam menghadapinya. Semuanya butuh strategi, bangsa ini semakin lama semakin berkembang dan permasalahan baru pun bisa jadi kian bermunculan. Maka dari itu, kita butuh pembaharuan. Pembaharuan Strategi untuk mengatasi permasalahan yang lama dan baru. Kelebihan yang ada pada strategi lama diambil kemudian dikombinasikan dengan strategi yang baru. Jika strategi sudah tersusun dengan baik, insyaallah kesuksesan itu bisa kita dapatkan. Karena strategi yang baik adalah 50% dari keberhasilan. Walaupun begitu, ketika kita mengeksekusi strategi tersebut tak bisa dipungkiri akan ada banyak halangan yang akan menghadang kita seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Tetap semangat, ikhlas dan istiqamah untuk membangun bangsa ini.



Bangkitlah negeriku, Harapan itu masih ada.

Inilah potret bangsaku, yang memberiku Inspirasi.



Oleh : Arga Nur Pratama

Jangan Kalian Bunuh Bangsaku

 
Hidup di Indonesia negara tercinta ku ini, yang begitu banyak kekayaan alamnya dan kekayaan SDM nya. Tetapi sayang, semua itu disembunyikan hingga para anak bangsa itu sendiri akan kelebihan bangsa nya sendiri. Oleh sebab itu lah, Perlu adanya sikap tanggap informasi. Update terhadap berita - berita, mengikuti perkembangan agar bisa melakukan perubahan. Begitu pesatnya perkembangan dunia telekomunikasi, bukankah itu seharusnya menjadikan kita mudah untuk memperoleh informasi. Tapi justru sebaliknya, karena begitu banyak nya manfaat dari perkembangan telekomunikasi tersebut membuat orang memanfaatkan hal tersebut untuk kejahatan pula. Akhirnya, menimbulkan cybercrime yang sering terjadi di dunia maya ini. Perlu adanya Network Security yang handal untuk menjaga keamanan di dunia maya ini. Hal yang ditakutkan adalah, karena begitu banyak nya informasi yang mengalir didunia maya ini akan mudah dilacak oleh para Hacker yang kemudian menjual informasi tersebut ke tangan orang yang salah. Ketika informasi itu didapat, ada kemungkinan nantinya Informasi itu akan dibelokkan dari tujuan semula.



Di era informasi ini, ada begitu banyak perusahaan yang bergerak dibidang media berita. Perusahaan media berita tersebut akan sangat memiliki banyak efek, karena dapat memberi pencerdasan kepada bangsa. Akan tetapi, apa yang terjadi jika media tersebut justru sebaliknya, memiliki tujuan untuk membunuh bangsa ini. Hal ini bisa saja terjadi, ini juga merupakan efek dari Paham liberilisme dan kapitalisme. Mereka yang memiliki perusahaan media berita ingin membunuh karakter anak bangsa, sehingga para anak bangsa menjadi hilang jati dirinya dan menjadi takut untuk berkarya. Hal ini mereka lakukan, agar mereka dapat terus mengeksploitasi bangsa ini. Itulah ada alasan yang mengatakan " Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin".



Disaat rasa percaya diri Bangsa ini menurun, membuat kita semakin tertinggal dari negara - negara tetangga yang padahal jika dilihat dari SDA nya kualitas kita masih jauh lebih baik dan Jika kita lihat juga dari SDM nya Indonesia juga tidak kalah hebatnya dengan mereka. Hanya saja itu tadi, kelebihan - kelebihan yang dimiliki bangsa ini jarang sekali di Expose di media. Hingga yang rakyat tau tentang bangsa ini adalah kehancuran, korupsi, pragmatisme dan hedonisme. Tau kah Kalian ? bahwa dalam perang INTELIJEN, para Intelijen dari negara - negara lain sengaja membuat propaganda untuk menciptakan konflik antara pemerintah dan rakyat. Karena mereka ingin agar rakyat tidak percaya lagi dengan pemerintah, sehingga para negara - negara lain dapat memperbudak bangsa ini. Ketahuilah, Perang Intelijen yang dilakukan antara negara - negara tidak luput dari campur tangan media.



Andai anak bangsa ini tau, bahwa begitu banyak nya para Akademisi Indonesia yang berada di luar negeri yang memiliki Prestasi - prestasi luar biasa. Sebagai salah 1 contoh, Bahwa Indonesia adalah juara 2 dunia IT dalam IMAGINE CUP 2011 dan Juara 3 dunia IT dalam IMAGINE CUP 2010 yang diselenggarakan oleh microsoft setiap tahunnya. Tapi apakah Rakyat ini tau, jika Indonesia telah menjadi Juara dalam dunia IT sedunia. Adakah media TV, Cetak, dll yang meng-Expose nya ?

mengapa tidak ? andai saja itu di Expose, Hal itu tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri bangsa ini terutama para pemuda nya. Rasa percaya diri yang menggugah semangat bangsa ini, hingga bangsa ini mampu menatap matahari dan menjadi pemimpin dunia. Dengan sejuta sinar Prestasi Para anak bangsa, Majulah Indonesia. HARAPAN ITU MASIH ADA.



Oleh : Arga Nur Pratama

Inilah Aku, Arga Nur Pratama

 
Kegaglan itu insyaallah membuat ku menjadi dewasa. Karena aku ini manusia, yang bersifat lupa. Lupa akan seberapa besar kemampuan ku yang sebenarnya. Dan ketika kegagalan datang menimpa ku disitu lah aku mulai tersadar tentang begitu besarnya Potensi yang kumiliki.



Karena Aku yakin......
“Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang” (Pain, chapter 474)



... Selain itu Jika.......
“Kau gagal tetapi masih bisa mampu bangkit kembali, karena itu menurutku arti dari kuat yang sebenarnya” (Hinata Hyuuga)


Lebih baik tersesat dalam kehidupan, sehingga bisa berusaha mencari Jalan untuk menemukan Ujung hidup ini, Yaitu Akhirat. Karena Semua manusia akan kembali Kepadan- Nya.



Ingatlah....
“Masa depanmu adalah kematian” (Hatake Kakashi)


Dari pada harus tersesat dalam Keputus Asaan, Kegelapan, Kelengahan dan nikmat dunia yang sementara.



Karena..........
"Aku tersesat di Jalan Bernama Kehidupan " (Kakashi Hatake)



Oleh Sebab Itu.......
"Jika kamu percaya dengan impianmu aku akan membuktikan padamu bahwa kamu bisa meraih impianmu hanya dengan bekerja keras" (Rock Lee)



Walaupun....
"Takdir setiap manusia memang telah ditentukan sejak mereka lahir, tetapi dengan kerja keras kita dapat mengalahkan takdir" (Naruto Uzumaki)



Aku adalah Laki - Laki, Dan Laki - Laki yang dipegang adalah Kata - katanya, Maka Dari Itu.......
“Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku” (Uzumaki Naruto)


Oleh : Arga Nur Pratama

Prajurit Intelijen (1)

 
Premis - premis yang salah harus dikembang kan menjadisuatu kesimpulan dari model atau asumsi nya sendiri. Keahlian Intelijen adalah kemampuan untuk mendefinisikan diri sendiri dengan cepat dan keahlian beradaptasi dengan macam - macam isi dan masalah serta menganalisis nya serta efektif. Para analsis intelijen harus sadar diri terhadap proses penalaran mereka. Mereka harus berfikir bagaimana mereka membuat keputusan dan mencapai suatu kesimpulan bukan hanya tentang keputusan dan kesimpulannya sendiri.



Intelijen sendiri terbagi 2, yaitu : Intelijen Positif dan intelijen Negatif.



Intelijen Positif adalah mereka yang melakukan spionase, propaganda, agitasi, sabotase.

Intelijen Negatif adalah mereka yang melakukan Kontra spionase,sekurity, kepolisian, kewaspadaan nasional. Atau bisa dikatakan seperti lawan dari Intelijen Positif.



Intelijen tentunya memiliki kegunaan. Setiap orang memiliki tujuan,dan untuk mencapai tujuan tersebut kita harus tau tentang seluk beluk dan keadaan dari suatu yang akan kita kerjakan. Setelah kita mengetahui persoalannya, barulah dia menjalankan operasinya.



Berfikirlah seperti Intelijen dan bergerak seprti Ninja. Seorang intelijen haruslah memiliki ketangkasan, dan pandai menganalisis suatu keadaan. Agar dapat mengetahui kejadian - kejadian yang terjadi di waktu yang akan datang dengan mengumpulkan data - data yang ada kemudian menciptakan suatu premis - premis yang didasarkan dari hasil analisa dari data - data yang diperoleh.



Kemampuan para intelijen untuk melakukan propaganda dan pencitraan tidak lah mudah. Karena mereka harus beradaptasi terhadap lingkungan nya dan melakukan sabotase seperti ninja agar tidak diketahui diri mereka sebenarnya. Untuk itulah Pelajaran Intelijen sangat penting bagi para Akademisi terutama para aktivisnya. Karena Sikap intelijen ini berguna untuk melakukan pencitraan terhadap suatu tokoh dan melakukan propaganda tehadap isu - isu untuk mengalihkan isu - isu yang ada.



penulis : Arga Nur Pratama

Saatnya Bangkit Di Jalan Dakwah ini

 
Dulu ketika aku di SMA, aku mencari jawaban atas pernyataan guruku. Guru mengatakan bahwa kita membutuhkan dakwah bukan dakwah yang membutuhkan kita. Terus berfikir, aku merenung kadang sendirian, mencari di internet. hingga aku lulus SMA aku masih belum mendapatkan jawabannya. Tapi, subhanallah Allah memang pengasih, Allah memberikan jawaban itu ketika aku berada di perkuliahan ini. Aku bisa merasakan dan mengetahui apa jawaban dari yang dikatakan oleh guruku. insyaallah kini aku tau jawaban "Mengapa kita membutuhkan Dakwah". Aku tau jawaban ini, ketika aku berada di masa transisi karena adanya perpindahan habit dari di sumatera ke jawa barat ini. Pada masa transisi itu, hidupku terasa hampa dan kosong. Ternyata setelah ku pikir - pikir, aku sadar ada beberapa hal yang kurang aku lakukan. Yaitu "Dakwah", setelah aku menyadari hal itu aku berusaha untuk berdakwah melalui dari hal - hal yang terkecil. Ku perbaiki niat, ku tingkatkan amal yaumiah semua itu kulakukan untuk menambah semangat dakwah ku.



Yah, setelah aku melakukan itu semua, kurasakan ada perubahan besar dalam hidupku. Ntah mengapa seakan hidupku dan urusan ku menjadi lebih mudah jalannya. Inilah mungkin salah 1 hikmah dakwah yang kurasakan. insyaallah akan ada banyak hal luar biasa lainnya lagi yang akan ku temukan di jalan dakwah ini. Surat Cinta yang Allah sampaikan di Al quran, di situ disebutkan " Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya". Dari ayat yang Allah sampaikan itu, begitu dalam maknanya untukku. Dengan ayat itu, aku memotivasi diriku untuk selalu istiqamah dalam jalan dakwah ini. Luar biasa bukan ketika kita ditolong Allah maka siapapun tak akan ada yang bisa menghalanginya, itulah yang Allah janjikan kepada para kekasihnya. Coba bayangkan ketika anda menjadi kekasih seorang penguasa di dunia ini, tentunya siapapun yang ingin berbuat jahat kepada anda, penguasa tersebut akan melindungi kita. Apalagi jika kita menjadi kekasih Allah, Tuhan pemilik Alam Semesta.



Dakwah itu jalannya terjal, tidak banyak orangnya, dan panjang jalannya. Tidak semua orang bisa menjalankan tugas ini. Karena tugas dakwah ini adalah tugas yang berat, oleh sebab itu hanya orang - orang yang kuat lah yang bisa memikul tugas ini. Dalam perjalanan dakwah ini nantinya akan ada banyak tantangan yang ditemui oleh para Da'i/Da'iah,hanya mereka yang sabar dan pentang menyerahlah yang bisa melewatinya. Tugas ini akan panjang jalannya, tentunya harus ada bekal yang akan dibawa oleh pengemban tugas dakwah ini. Bekal keimanan, Niat, Semangat dan Amal yang kita lakukan. Jalan ini akan diisi oleh duri - duri tajam, meski pahit jalan ini, tapi aku yakin diakhirnya akan terasa manis hasilnya. Seperti Oasis yang ada di Padang Pasir, Ketika kita ingin menuju Oasis itu, akan ada banyak tantangan yang harus kita lalui, tapi lihatlah diakhir perjalanan itu akan ditemukan Oasis yang dapat menyejukkan hati para pengelananya. Seperti itulah Dakwah itu, Mari kita bangkit Para Pemuda Muslim.



Mungkina ada masa - masanya kita dalam keadaan iman melemah, tapi itu bukan menjadi hambatan dan alasan untuk kita berhenti berdakwah. Jikalau Iman Kita melemah, Jadikan lah itu motivasi bagi kita untuk meningkatkan Iman kita menjadi lebih kuat lagi. Tingkatkan amal - amalan yang lainnya, dan jalani dengan Sabar. Meski letih, jangan pernah berhenti. Ingat lah pesan dari Abu Ruhiah Ustd. Rahmat Abdullah "Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu”. Semoga kita semua para Kader Dakwah, bisa mengingat pesan ini dan bisa menjadi motivasi kita untuk terus berdakwah dijalan Allah. Ingatlah, Dakwah Itu Indah.





Penulis : Arga Nur Pratama

Kisah Perjuangan Guruku (1)

 
Inilah cerita tentang guruku. Disore hari ini, ntah mengapa selesai pulang dari sholat ashar aku ingin menceritakan tentang guruku. Yah, karena aku ingin berbagi ilmu yang telah ia ajarkan kepadaku. Guruku adalah orang yang baik hati, sayang rasanya jika kisah nya tidak di ceritakan. Karena insyaallah banyak hal - hal yang bisa dipelajari darinya. Meskipun sampai sekarang ia masih hidup, aku akan menceritakan pengalaman ku ketika aku berguru dengan nya. Bermula disaat aku dulu memasuki tingkat SMA. Disitu banyak aku temui hal - hal baru. Baik hal tentang persahabatan, organisasi, akademik maupun hal - hal lainnya yang berhubungan dengan kerohanian. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin kuceritakan, dan mungkin 1 episode untuk menceritakannya tidak akan cukup. Karena begitu banyak nya hal yang sudah aku lewati. Disini aku akan coba memulai dari hal kerohanian. Karena dari hal itu lah aku berjumpa dengan guruku. Di sekolah ku, dan mungkin hampir di setiap sekolah ada yang namanya ROHIS. ROHIS adalah organisa yang ada di Sekolah yang bergerak dibidang keagamaan islam. Di ROHIS itu sendiri, setiap hari jum'at nya selalu mengadakan Mentoring. Mentoring ini dilakukan untuk melakukan pembinaan akhlak kepada para siswa/i yang ada di SLTA. Ada juga acara lain yang namanya SABAR (Sehari Bersama ROHIS), kalau acara ini dipersembahkan bagi siswa/i yang baru di SLTA dan masih banyak acara lainnya yang asik - asik dari ROHIS. Pada acara SABAR itulah aku pertama kali berjumpa dengan guruku, awalnya sih aku benci ma dia, karena guruku selalu memberi kan hukuman kepada siswa yang kelompoknya kalah. Yah, karena itu memang konsekwensinya. Acara itu dilakukan disiang hari, yang udaranya panas sehingga membuat emosi semakin mudah untuk timbul. Kemudian berlanjut ke mentoring, disini juga guruku selalu memberik kan hukuman kepada mahasiswa yang terlambat dari jam yang sudah ditentukan. Sampai - sampai ada temanku yang benci banget, karena hukuman itu. Yah, guruku memang tegas dalam soal aturan, dan itu juga merupakan pelajaran yang sering jadi bahan renungan ku agar aku bisa menjadi orang yang tegas seperti guruku.



Hingga suatu saat, ada kakak kelas yang nawarin untuk ikut Halaqoh, nah disitu aku tertarik dan aku ikut deh. Ga tau ternyata yang menjadi guru ku di Halaqoh tersebut adalah guru ku yang menjadi pembimbing di kelas mentoring. hahaha, aku kaget deh, tapi kemudian kami lanjut setiap hari Sabtu untuk halaqoh sehabis pulang sekolah.Di Halaqoh tersebut lah aku dan beberapa temanku dibina untuk menjadi seseorang yang memiliki Akhlak yang baik. Ketika menyampaikan Materi, guruku memang enak ketika menyampaikannya. Kadang ketika aku juga kalau lagi ada masalah, aku datang kerumahnya. Untuk mendiskusikan masalah ku. Yah, kami berdua memang sering berbincang - bincang, guruku juga bukan orang yang pelit dalam membagi ilmu. Beliau selalu mengajariku dengan ilmu yang luas. Guruku memang orang yang pintar, Ia adalah lulusan Sarjana dengan IPK 3.95. Aku yakin dengan ilmu dan skill yang dimiliki itu bisa terlihat dari cara beliau berbicara. Selain memiliki ilmu yang luas, beliau juga memiliki akhlak yang baik dan semangat pemuda yang luar biasa. Inilah yang membuat ku kagum padanya, apa sebenarnya yang bisa membuat beliau tetap semngat dengan adanya keterbatasan yang dimilikinya. Guruku memang bukan orang yang sempurna dalam fisiknya. Ia mempunyai kekurangan dalam kondisi fisiknya. Ditambah lagi, beliau berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi meski begitu ia tak pernah menyerah dan berputus asa. Pernah ketika malam hari aku datang kerumah beliau, beliau menceritakan tentang kehidupannya dulu. Aku juga sedih mendengarnya, tapi terkadang aku merenung. Mengapa aku yang kondisinya lebih baik darinya belum bisa menjadi orang hebat seperti guruku. Guruku bercerita ketika, ia kecil dulu. Dimana jika pagi sudah tiba , disaat orang tua nya pergi berjualan ke pasar, guruku lah yang memasak untuk adik - adiknya, abangnya dan juga orang tuanya. itu ketika ia masih SD. Lalu lanjut ketika beliau masuk ke SMP, kalau tidak salah guruku pernah bercerita tentang bagaiman susahnya untuk membeli buku. Ketiak beliau SMP, hanya sedikit yang bisa kuceritakan. Lalu beliau pun akhirnya lulusa dari SMP hingga beliau lanjut ke MAN. Disaat itu lah kemandirian beliau diuji. Ia bersekolah di Daerah orang lain, dengan alat komunikasi yang belum punya. Mungkin kalau saya sedang rindu dengan keluarga saya, saya masih bisa menelpon mereka. Tapi berbeda dengan guru saya, ketika beliau rindu kepada keluarganya, sulit rasanya untuk menghubungi nya, dikarenakan dana yang tidak mencukupi. Beliau sekolah di MAN dengan biaya sendiri, beliau memperoleh uang dari hasil menabung nya dari koin - koin yang ia simpan di Botol Aqua. Kadang ketika ada saudaranya memberikan uang kepadanya, beliau langsung menyimpannya di celengan botonya. Perjuangan yang dilakukan guruku memang sangatlah luar biasa, tapi sekali lagi, guruku adalah orang yang pantang menyerah.


Aku juga masih ingat, ketika suatu hari pernah terjadi demo di kota tempat beliau sekolah. Tak ada angkot yang lewat. Hingga itu membuat beliau harus berjalan kaki dari sekolah nya ke rumahnya, kurang lebih jaraknya 5 kilometer. Dengan cuaca yang panas, mungkin bagi kita yang kondisi fisiknya normal, masih tidak terlalu sulit untuk melewati nya. Tapi bagaimana dengan guruku, dengan kondisi fisiknya yang tidak normal. Beliau tidak menyerah, meski sakit rasanya. Itu dilakukan nya untuk menimba ilmu agar kelak ia bisa menjadi orang yang berguna. Karena sebaik - baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika di MAN pun, guruku adalah orang yang cerdas. Hingga suatu saat ketika ia ditunjuk sebagai perwakilan dari sekolah untuk mengikuti olimpiade di kota lain, tapi sayang, hal itu tidak terwujud, Karena guru yang lain tidak menginginkan keberangkatannya karena kondisi fisiknya yang berbeda. hingga beliaupun di gantikan oleh orang lain. Memang terkadang dunia ini, tidak adil. Bukankah setiap orang berhak untuk mewujudkan apapun yang ingin dilakukannya tanpa memandang bulu. Perjuangan guruku yang luar biasa untuk menimba ilmu tidak sampai disini saja, begitu panjang perjalanan yang ia lakukan. Dan tentunya masih banyak nantinya kisah yang akn kuceritkan tentang guruku. Mungkin untuk bagian ini, aku cukupkan sampai disini dulu. Insyaallah kisah berikutnya tentang guruku akan kuceritakan di bagian selanjutnya.

Bersambung.....



Penulis : Arga Nur Pratama