Selasa, 06 Desember 2011

Tentang Sosial dan Analisa

 
Ketika aku membuat tulisan atau hal - hal lainnya, tentunya akan ada beberapa teanggapan. Tanggapan dari setiap orang tentunya akan berbeda - beda. Tegantung dari bagaimana pola pikir ia memahami sesuatau. Begitu juga dengan cara pandang nya, ia melihat dari sisi mana memahami tulisan itu. Nah sebenarnya, dari hasil tanggapan - tanggapan itulah kita bisa membaca orang lain. Kita bisa mengetahui bagaimana pola pikir orang tersebut. Tentunya ketika kita memang sudah mengetahui pola pikir orang tersebut, kita juga pasti akan tau bagaimana karakter nya dan hal - hal apa yang dia lakukan ketika menghadapi sesuatu. Memang cara ini tidak 100 % bisa berhasil,tapi paling tidak nya melalui cara ini kita bisa menganalisa seseorang. Aku sangat suka menganalisa setiap seseorang, karena menurut ku itu penting. Dengan menganalisa seseorang kita bisa menjadi lebih mudah untuk bergaul dan masuk kedalam lingkarannya. Selain itu juga , sebenarnya banyak hal lainnya yang bisa kita manfaatkan dari hasil analisa kita terhadap orang lain. Seperti disaat kita dalam organisasi, kita bsia lakukan analisa terhadap lawan bicara kita, agar kita bisa mengerti apa yang dia maksudkan. Kalau kita sudah tau apa yang dia maksud kan, insyaallah urusan organisasi bisa berjalan lancar. Dengan sering melakukan latihan menganalisa seseorang, nantinya kita akan mudah untuk membaca bahasa tubuh yang dilakukan seseorang. Karena bahasa ada 2, Non Verbal dan Verbal. Bahasa tubuh ini termasuk bahasa yang non verbal. Jadi ini berguna ketika anda ingin menintrogasi orang lain. Untuk mengetahui apakah orang tersebut berbohong atau tidak.



Oy, mengenai tanggapan orang lain, sebaiknya filter lah lebih dulu tanggapan - tanggapan yang diberikan kepada kita. Analisa orang yang memberi tanggapan, apakah ia memang pantas untuk memberikan tanggapan kepada kita atau tidak. Jangan lupa juga untuk mempalajari apa sebenarnya motif ia memberikan tanggapan pada kita. Apakah motif nya untuk menjatuhkan kita atau memberikan kritik kepada kita. Yang terpenting, ketika kita diberi tanggapan yang negatir oleh orang lain, beri pula tanggapan yang positif. Berikan dengan cara - cara kebaikan dan penuh hikmah.



Penulis : Arga Nur Pratama

Saatnya Bangkit Di Jalan Dakwah ini

 
Dulu ketika aku di SMA, aku mencari jawaban atas pernyataan guruku. Guru mengatakan bahwa kita membutuhkan dakwah bukan dakwah yang membutuhkan kita. Terus berfikir, aku merenung kadang sendirian, mencari di internet. hingga aku lulus SMA aku masih belum mendapatkan jawabannya. Tapi, subhanallah Allah memang pengasih, Allah memberikan jawaban itu ketika aku berada di perkuliahan ini. Aku bisa merasakan dan mengetahui apa jawaban dari yang dikatakan oleh guruku. insyaallah kini aku tau jawaban "Mengapa kita membutuhkan Dakwah". Aku tau jawaban ini, ketika aku berada di masa transisi karena adanya perpindahan habit dari di sumatera ke jawa barat ini. Pada masa transisi itu, hidupku terasa hampa dan kosong. Ternyata setelah ku pikir - pikir, aku sadar ada beberapa hal yang kurang aku lakukan. Yaitu "Dakwah", setelah aku menyadari hal itu aku berusaha untuk berdakwah melalui dari hal - hal yang terkecil. Ku perbaiki niat, ku tingkatkan amal yaumiah semua itu kulakukan untuk menambah semangat dakwah ku.



Yah, setelah aku melakukan itu semua, kurasakan ada perubahan besar dalam hidupku. Ntah mengapa seakan hidupku dan urusan ku menjadi lebih mudah jalannya. Inilah mungkin salah 1 hikmah dakwah yang kurasakan. insyaallah akan ada banyak hal luar biasa lainnya lagi yang akan ku temukan di jalan dakwah ini. Surat Cinta yang Allah sampaikan di Al quran, di situ disebutkan " Siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya". Dari ayat yang Allah sampaikan itu, begitu dalam maknanya untukku. Dengan ayat itu, aku memotivasi diriku untuk selalu istiqamah dalam jalan dakwah ini. Luar biasa bukan ketika kita ditolong Allah maka siapapun tak akan ada yang bisa menghalanginya, itulah yang Allah janjikan kepada para kekasihnya. Coba bayangkan ketika anda menjadi kekasih seorang penguasa di dunia ini, tentunya siapapun yang ingin berbuat jahat kepada anda, penguasa tersebut akan melindungi kita. Apalagi jika kita menjadi kekasih Allah, Tuhan pemilik Alam Semesta.



Dakwah itu jalannya terjal, tidak banyak orangnya, dan panjang jalannya. Tidak semua orang bisa menjalankan tugas ini. Karena tugas dakwah ini adalah tugas yang berat, oleh sebab itu hanya orang - orang yang kuat lah yang bisa memikul tugas ini. Dalam perjalanan dakwah ini nantinya akan ada banyak tantangan yang ditemui oleh para Da'i/Da'iah,hanya mereka yang sabar dan pentang menyerahlah yang bisa melewatinya. Tugas ini akan panjang jalannya, tentunya harus ada bekal yang akan dibawa oleh pengemban tugas dakwah ini. Bekal keimanan, Niat, Semangat dan Amal yang kita lakukan. Jalan ini akan diisi oleh duri - duri tajam, meski pahit jalan ini, tapi aku yakin diakhirnya akan terasa manis hasilnya. Seperti Oasis yang ada di Padang Pasir, Ketika kita ingin menuju Oasis itu, akan ada banyak tantangan yang harus kita lalui, tapi lihatlah diakhir perjalanan itu akan ditemukan Oasis yang dapat menyejukkan hati para pengelananya. Seperti itulah Dakwah itu, Mari kita bangkit Para Pemuda Muslim.



Mungkina ada masa - masanya kita dalam keadaan iman melemah, tapi itu bukan menjadi hambatan dan alasan untuk kita berhenti berdakwah. Jikalau Iman Kita melemah, Jadikan lah itu motivasi bagi kita untuk meningkatkan Iman kita menjadi lebih kuat lagi. Tingkatkan amal - amalan yang lainnya, dan jalani dengan Sabar. Meski letih, jangan pernah berhenti. Ingat lah pesan dari Abu Ruhiah Ustd. Rahmat Abdullah "Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu”. Semoga kita semua para Kader Dakwah, bisa mengingat pesan ini dan bisa menjadi motivasi kita untuk terus berdakwah dijalan Allah. Ingatlah, Dakwah Itu Indah.



Penulis : Arga Nur Pratama

Jumat, 02 Desember 2011

Kisah Perjuangan Guruku (1)

 
Inilah cerita tentang guruku. Disore hari ini, ntah mengapa selesai pulang dari sholat ashar aku ingin menceritakan tentang guruku. Yah, karena aku ingin berbagi ilmu yang telah ia ajarkan kepadaku. Guruku adalah orang yang baik hati, sayang rasanya jika kisah nya tidak di ceritakan. Karena insyaallah banyak hal - hal yang bisa dipelajari darinya. Meskipun sampai sekarang ia masih hidup, aku akan menceritakan pengalaman ku ketika aku berguru dengan nya. Bermula disaat aku dulu memasuki tingkat SMA. Disitu banyak aku temui hal - hal baru. Baik hal tentang persahabatan, organisasi, akademik maupun hal - hal lainnya yang berhubungan dengan kerohanian. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin kuceritakan, dan mungkin 1 episode untuk menceritakannya tidak akan cukup. Karena begitu banyak nya hal yang sudah aku lewati. Disini aku akan coba memulai dari hal kerohanian. Karena dari hal itu lah aku berjumpa dengan guruku. Di sekolah ku, dan mungkin hampir di setiap sekolah ada yang namanya ROHIS. ROHIS adalah organisa yang ada di Sekolah yang bergerak dibidang keagamaan islam. Di ROHIS itu sendiri, setiap hari jum'at nya selalu mengadakan Mentoring. Mentoring ini dilakukan untuk melakukan pembinaan akhlak kepada para siswa/i yang ada di SLTA. Ada juga acara lain yang namanya SABAR (Sehari Bersama ROHIS), kalau acara ini dipersembahkan bagi siswa/i yang baru di SLTA dan masih banyak acara lainnya yang asik - asik dari ROHIS. Pada acara SABAR itulah aku pertama kali berjumpa dengan guruku, awalnya sih aku benci ma dia, karena guruku selalu memberi kan hukuman kepada siswa yang kelompoknya kalah. Yah, karena itu memang konsekwensinya. Acara itu dilakukan disiang hari, yang udaranya panas sehingga membuat emosi semakin mudah untuk timbul. Kemudian berlanjut ke mentoring, disini juga guruku selalu memberik kan hukuman kepada mahasiswa yang terlambat dari jam yang sudah ditentukan. Sampai - sampai ada temanku yang benci banget, karena hukuman itu. Yah, guruku memang tegas dalam soal aturan, dan itu juga merupakan pelajaran yang sering jadi bahan renungan ku agar aku bisa menjadi orang yang tegas seperti guruku.



Hingga suatu saat, ada kakak kelas yang nawarin untuk ikut Halaqoh, nah disitu aku tertarik dan aku ikut deh. Ga tau ternyata yang menjadi guru ku di Halaqoh tersebut adalah guru ku yang menjadi pembimbing di kelas mentoring. hahaha, aku kaget deh, tapi kemudian kami lanjut setiap hari Sabtu untuk halaqoh sehabis pulang sekolah.Di Halaqoh tersebut lah aku dan beberapa temanku dibina untuk menjadi seseorang yang memiliki Akhlak yang baik. Ketika menyampaikan Materi, guruku memang enak ketika menyampaikannya. Kadang ketika aku juga kalau lagi ada masalah, aku datang kerumahnya. Untuk mendiskusikan masalah ku. Yah, kami berdua memang sering berbincang - bincang, guruku juga bukan orang yang pelit dalam membagi ilmu. Beliau selalu mengajariku dengan ilmu yang luas. Guruku memang orang yang pintar, Ia adalah lulusan Sarjana dengan IPK 3.95. Aku yakin dengan ilmu dan skill yang dimiliki itu bisa terlihat dari cara beliau berbicara. Selain memiliki ilmu yang luas, beliau juga memiliki akhlak yang baik dan semangat pemuda yang luar biasa. Inilah yang membuat ku kagum padanya, apa sebenarnya yang bisa membuat beliau tetap semngat dengan adanya keterbatasan yang dimilikinya. Guruku memang bukan orang yang sempurna dalam fisiknya. Ia mempunyai kekurangan dalam kondisi fisiknya. Ditambah lagi, beliau berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi meski begitu ia tak pernah menyerah dan berputus asa. Pernah ketika malam hari aku datang kerumah beliau, beliau menceritakan tentang kehidupannya dulu. Aku juga sedih mendengarnya, tapi terkadang aku merenung. Mengapa aku yang kondisinya lebih baik darinya belum bisa menjadi orang hebat seperti guruku. Guruku bercerita ketika, ia kecil dulu. Dimana jika pagi sudah tiba , disaat orang tua nya pergi berjualan ke pasar, guruku lah yang memasak untuk adik - adiknya, abangnya dan juga orang tuanya. itu ketika ia masih SD. Lalu lanjut ketika beliau masuk ke SMP, kalau tidak salah guruku pernah bercerita tentang bagaiman susahnya untuk membeli buku. Ketiak beliau SMP, hanya sedikit yang bisa kuceritakan. Lalu beliau pun akhirnya lulusa dari SMP hingga beliau lanjut ke MAN. Disaat itu lah kemandirian beliau diuji. Ia bersekolah di Daerah orang lain, dengan alat komunikasi yang belum punya. Mungkin kalau saya sedang rindu dengan keluarga saya, saya masih bisa menelpon mereka. Tapi berbeda dengan guru saya, ketika beliau rindu kepada keluarganya, sulit rasanya untuk menghubungi nya, dikarenakan dana yang tidak mencukupi. Beliau sekolah di MAN dengan biaya sendiri, beliau memperoleh uang dari hasil menabung nya dari koin - koin yang ia simpan di Botol Aqua. Kadang ketika ada saudaranya memberikan uang kepadanya, beliau langsung menyimpannya di celengan botonya. Perjuangan yang dilakukan guruku memang sangatlah luar biasa, tapi sekali lagi, guruku adalah orang yang pantang menyerah.





Aku juga masih ingat, ketika suatu hari pernah terjadi demo di kota tempat beliau sekolah. Tak ada angkot yang lewat. Hingga itu membuat beliau harus berjalan kaki dari sekolah nya ke rumahnya, kurang lebih jaraknya 5 kilometer. Dengan cuaca yang panas, mungkin bagi kita yang kondisi fisiknya normal, masih tidak terlalu sulit untuk melewati nya. Tapi bagaimana dengan guruku, dengan kondisi fisiknya yang tidak normal. Beliau tidak menyerah, meski sakit rasanya. Itu dilakukan nya untuk menimba ilmu agar kelak ia bisa menjadi orang yang berguna. Karena sebaik - baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika di MAN pun, guruku adalah orang yang cerdas. Hingga suatu saat ketika ia ditunjuk sebagai perwakilan dari sekolah untuk mengikuti olimpiade di kota lain, tapi sayang, hal itu tidak terwujud, Karena guru yang lain tidak menginginkan keberangkatannya karena kondisi fisiknya yang berbeda. hingga beliaupun di gantikan oleh orang lain. Memang terkadang dunia ini, tidak adil. Bukankah setiap orang berhak untuk mewujudkan apapun yang ingin dilakukannya tanpa memandang bulu. Perjuangan guruku yang luar biasa untuk menimba ilmu tidak sampai disini saja, begitu panjang perjalanan yang ia lakukan. Dan tentunya masih banyak nantinya kisah yang akn kuceritkan tentang guruku. Mungkin untuk bagian ini, aku cukupkan sampai disini dulu. Insyaallah kisah berikutnya tentang guruku akan kuceritakan di bagian selanjutnya.

Bersambung.....





Penulis : Arga Nur Pratama

Senin, 28 November 2011

Hey Yahudi

 
Hey Yahudi, Aku pernah membaca surat yang kau kirimkan kepada Seorang Pendeta yang ada di israel ketika kau berada di suatu negara yang dimana tempat itu menjadi tempat yang mengekang kebebasan kalian. Paling tidak dari surat itu, aku tau bagaimana strategi kalian. Hey Yahudi, Mungkin kau telah berhasil membuat banyak orang percaya bahwa kau adalah bangsa yang pintar, sehingga membuat mereka kagum padamu. Kalian memang hebat dalam melakukan pengalihan persepsi. Pantas Saja, kalian selalu menyerang kami dengan cara Ghazwul Fikri.


Hey Yahudi, kalian menyerang Palestina dan negara - negara muslim lainnya dengan berbagai macam - macam cara, ada yang menggunakan serangan langsung, ada juga yang menggunakan cara tidak langsung. Kalian Lobi sana, Lobi sini, untuk mempengaruhi beberapa penguasa Negara untuk menyerang Negara – Negara muslim. Kalian adu domba Negara – Negara muslim, kalian ciptakan perang saudara diantara kami. Aku tau kalian memang tak akan pernah berhenti memusuhi islam. Hampir dari semua sisi, kalian menyerang kami, Dari sisi pendidikan, gaya hidup, pola pikir dan banyak hal lainnya. Kalian memang ingin mengepung kami dari semua sisi.Hey Yahudi, Aku juga pernah mendengar bahwa kalian memanfaatkan agama lain sebagai alat dan tameng kalian. Kalian memang licik dalam menyusun strategi .
Hey Yahudi, Aku tau jasad kalian adalah manusia, tapi aku tidak tau bagaimana hati kalian. Kalian bakar mesjid – mesjid di Palestina, kalian siksa wanita – wanita dan anak – anak disana. Kalian siksa mereka dengan cara yang kejam, bahkan dengan sadis nya kalian menyiksa anak bayi yang masih kecil yang tidak tau apa – apa. Kalian pisahkan anak – anak yang masih butuh kasih sayang dari orang tuanya. Dengan tega nya kalian menyiksa orang tua mereka di hadapan anak – anak mereka. Hey Yahudi, Kalian mengira bahwa kalian akan hidup 1000 tahun, kalian piker kalian bisa hidup abadi. Kalian ingin mengubah dunia ini dengan menghalalkan segala cara. Hey Yahudi, aku tau kalian tak akan mendengar jeritan dan tangisan dari mereka yang kalian siksa.


Aku pernah melihat ketika kalian ingin menembak seorang anak remaja yang ingin melawan kalian, tapi aku heran mengapa yang lari malah kalian bukan anak remaja itu. Padahal anak remaja itu hanya bersenjatakan Batu. Kalian Takut? Ternyata bangsa kejam seperti kalian juga masih memiliki rasa takut. Ketahuilah Bangsa Yahudi, Ketika mereka melempar mu, bukanlah tangan mereka yang melempar, tapi ada Tangan Allah yang akan melempar mu. Aku juga heran kepada , ketika banyak tentara Amerika yang mengepung mereka di jalur gaza, banyak tentara – tentara Amerika yang menjadi Gila dan tidak tahan disana. Padahal rakyat Palestina hanya sedikit dan senjata mereka juga terbatas. Tapi Banyak dari Tentara – Tentara Amerika yang Stress. Ketahuilah, mungkin kalian telah membunuh keluarga – keluarga mereka, kalian telah menghancurkan rumah – rumah mereka, Tapi Ketahuilah “ Bahwa Semangat Merke Tak Akan Pernah Mati”. Dengan semangat itulah mereka akan melawan kalian. Dan Ketauhilah juga, Bahwa mereka tidak sendiri, Mereka masih punya kami didunia ini. Ketahuilah Yahudi, Jika Kami Menang melawan kalian kami akan mendapatkan kemuliaan, dan jika kami kalah melawan kalian kami syahid. Dan Sesungguhnya orang – orang yang berjuang di jalan Allah itu, mereka tidak Mati, tetapi mereka akan tetap hidup. “Ya Allah, Kuatkan Lah Semangat Kami”. Allahu Akbar!!!

Penulis : Arga Nur Pratama

Minggu, 27 November 2011

Tentang Aku dan Linux

 
Belajar Shell script, ternyata agak sulit belajar bahasa yang satu ini, kirain tuh akan sama dengan bahasa phyton, ternyata ada beda sedikit. Hmmmm, tapi aku ga boleh nyerah untuk menguasai bahasa ini. Karena bahasa ini dipakai di OS linux. Dan aku sangat suka sekali dengan linux. Karena linux merupakan OS yang opensource tidak berbayar sehingga aplikasi - aplikasi yang ada juga sangat cool. Selain itu Linux memiliki kemapuan yang Supeerrrr. Oy, Ada yang tau ga kenapa simbol linux itu dibikin simbol pinguin. Karena dulu Linus Torvalds yang membuat Linux ini, pernah di patuk oleh burung pinguin ketika ia pergi jalan - jalan ke taman. Setelah itu ia terkena demam beberapa hari. Oleh sebab itu lah mengapa linux memiliki simbol pinguin karena linus torvalds berharap bagi setiap pengguna linux akan demam ketagihan untuk memainkan linux.hhehee...Linux memang luar biasa teman -teman. Pertama kali aku mencoba OS ini aku langsung ketagihan. Sampai - sampai kadang pas lagi kuliah pengen cepat - cepat pulang. Karena pengen main komputer ditemani linux. Wah , pokoknya kenikmatan nya belum kerasa deh, kalau belum dicobain. Apalagi ntar kalau di Linux itu kita lebih dituntut untuk lebih mandiri, karena jika kita ingin menginstall sesuatu, kita melakukan nya lewat CLI. Beda halnya dengan windows yang menggunakan GUI. Ibaratnya kalau windows itu adalah Masa Sekolah, tapi kalau Linux itu adalah masa Kuliah. di Linux kita juga dapat melakukan penginstallan melalui repositories. Nah itu lebih mudah, karena tinggal mengetikkan "sudo apt-get install [nama software]" mudah bukan. Tapi, masalah nya adalah kita harus terhubung dengan internet jika kita ingin menginstall melalui repositories. Yah, pokoknya ada banyak cara lah agar kita bisa menginstall software di Linux. Tenang z, ada banyak jalan menuju Roma, hihihi. Oy, Linux juga sangat cocok buat kita yang tertarik untuk belajar jaringan. Untuk mencari tutorial nya ada banyak kita jumpai di Internet. Kalau malas nyari diinternet, bisa langsung beli di toko buku, tapi kalu cara ini mah butuh modal lebih besar lagi, hehehe. Memang untuk mendapatkan sesuatu kita harus berkorban dulu dan melewati proses yang ada. Dan ketika melewati proses itu kita harus gigih dan sabar ketika menghadapi tantangan yang ada.



Saya jug sekarang lagi belajar linux, heheheee, saya juga masih newbie. Gpp, semua itu ada masanya,semoga suatu saat nanti aku bisa menjadi 7337. Dan tentunya akan ada banyak tantangan yang harus dilalui untuk menjadi 7337. Insyaallah aku gak akan menyerah untuk menjadi 7337. Oy, kalau kita masih pemula, kita pasti masih sering jumpa Error ketika belajar di linux, itu bisa jadi karena masih kurang nya pemahan kita tentang linux itu. Tapi itu wajar, karena kita masih baru, intinya jangan pernha menyerah dan terus belajar, karena seorang 7337 akan terus belajar dan belajar hingga ajal menjelang. Orang yang berilmu akan Allah tinggi kan bebrapa derajat, apalagi kalau ilmu nya diamalkan, insyaAllah akan banyak pahala yang akan diperoleh. Karena sebaik - baik nya manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Maka dari itu, ketika nanti kita telah menjadi sesuatu yang kita impikan, jangan lupa untuk tetap terus belajar. Aku kira, catatan aku kali ini, sampai sini aja dulu yah, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi yang membacanya.^ ^



Penulis : Arga Nur Pratama

Selasa, 08 November 2011

Ketenangan, Imajinasi dan Karya

 
Inilah saat - saat dimana aku bingung untuk menulis karya yang berikutnya.
Bingung ingin memulai darimana, aku hanya butuh ketenangan. Aku berusaha untuk tetap tenang, karena guruku bilang dengan ketenangan kita bisa memikirkan masalah sekecil apapun yang terkadang kita lupa untuk memikirkannya. Dengan ketenangan membuat fikiran kita menjadi Fokus, hanya pada 1 titik saja. Dari kefokusan itulah kemudian akan menghasilkan kekuatan untuk menembus dinding yang mengahalangi Imajinasi kita.

Imajinasi manusia bisa berkembang sangat besar, tapi terkadang ada hal - hal yang menghalangi Imajinasi itu untuk berkembang. Jangan biarkan hati kita tergesa - gesa dalam melakukan sesuatu, semakin kita tergesa - gesa membuat kita menjadi tak terkendali. Ketika tak terkendali, disitulah para Syetan beraksi. Disaat syetan sudah menguasai pikiran kita, maka apapun yang kita lakukan nantinya akan menciptakan keburukan. Dari, 1 keburukan akan muncul keburukan - keburukan yang lainnya. Oleh sebab itu, bersegeralah beristighfar.

Teruslah berkarya dengan Imajinasi dan Hati. Melahirkan karya dari hal - hal terkecil, membuat kita menjadi bijaksana ketika menghadapi masalah yang besar. Karena dari hal - hal yang kecil lah kita belajar, Masalah dikatakan besar atau kecil nya itu relatif. Tergantung bagaimana seseorang tersebut menyikapinya, mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa mengahadapi masalah, akan terasa ringan ketika menghadapi masalah berikutnya, tentu saja berbeda dengan mereka yang jarang sekali menghadapi masalah, mereka akan cenderung merasa berat ketika masalah baru datang. Yah, layaknya Pisau semakin diasah akan semakin tajam pula mata pisaunya.
Untuk itu, selalu tingkatkan ibadah kita kepada yang Kuasa, agar Allah selalu menjaga kita dan memudahkan segala urusan kita. Adanya ikatan hati kita kepada Allah, itulah yang akan membuat karya kita menjadi Besar dan bisa bertahan lama di hati para pembaca. Semoga Allah senantiasa mengarahkan hati kita kepada kebaikan, Karena Allah lah yang maha kuasa untuk membolak - balikkan hati.

Penulis : Arga Nur Pratama

Senin, 07 November 2011

Ungkapan Rindu Untuk Ayah

 
Kebahagiaan Anak adalah Kebahagian Orang Tua juga...

Pesan dari orang tua ku. Ayah, aku akan berusaha membahagiakan kalian dunia dan Akhirat.Karena itulah kewajiban ku sebagai anak. Berkat doa kalian lah aku bisa menjadi lebih baik. Aku yakin kalian selalu mendoakanku disaat apapun kondisi kalian. Kalian tak akan letih untuk mendoakan ku. Ayahku selalu berpesan agar aku selalu berdoa juga, agar doa kami bisa menyatu ketika sampai pada Allah. Ayah ku memang ayah yang baik, Sabar, ayahku adalah seorang Prajurit yang Gagah. Aku banyak belajar dari ayahku, dia yang mengajariku tentang "Siapakah Lelaki itu"?. Tentu saja, Karena bagiku ayahku adalah Lelaki yang Hebat.



Begitu juga dengan Ibuku, ibu masih kelihatan cantik diusia nya yang tua. Hal itu karena memang ibuku adalah ibu yang baik, pengertian dan Penyabar sekali. Ibu selalu memberi ku yang terbaik, aku ingat ketika aku masih kecil dulu. Ketika aku sakit, pada saat itu ayah sedang diluar kota untuk menjalankan tugasnya. Hanya ibu yang mengurus ku dengan sabar, begitu besar rasa cinta nya kepada anaknya.



Mereka berdua selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk ku. Disaat kecil dulu, disaat uang tidak ada ayah rela menjual jaket nya hanya agar aku bisa minum susu. Aku juga ingat ketika ayah sedang dalam pendidikan di Bandung, ayah rela menghemat uang makannya hanya untuk membeli kan aku ayam goreng setiap ayahku pulang. Mereka rela hidup sederhana, agar anaknya bisa menjadi anak yang pintar dan sholeh.



Sebelum itu, dulu ketika ada pendaftaran untuk SECAPA. Ayah ku ikut mendaftar dengan mengikuti persyaratan - persyaratan yang ada. Disitu,orang lain banyak yang memprediksi bahwa ayahku tidak akan menang untuk melanjutkan pendidikan di SECAPA. Dengan alasan bahwa ayahku tidak punya uang, tapi disitu ayahku tidak pesimis mendengar teman - teman nya berkata seperti itu, ayahku hanya tetap berusaha, dan ia tak pernah letih untuk berdoa. Inilah hal yang paling aku sukai dari ayahku, ia tidak pernah pesimis untuk melakukan sesuatu, karena ia yakin akan kekuatan doa. Ia yakin pasti doa - doanya akan dikabulkan. Ayah selalu mengajarkanku untuk tetap berdoa setiap aku sedang ada masalah. InsyaAllah ayah tak akan pernah berhenti mengajariku untuk selalu menjadikan ku anak yang cerdas dan sholeh.



Ayah adalah laki - laki yang kuat, disaat banyak orang lain yang memusuhi nya, ia tidak merasa bersedih, selama apa yang ia lakukan adalah untuk kebenaran. Kebaikan ayah terkadang sering dimanfaatkan orang. Meskipun Begitu, Ayah tetap sabar, yang terpenting bagi dia adalah bagaimana caranya untuk menjadikan anak - anaknya menjadi orang yang sukses dan sholeh.



Melalui tulisan ini, Aku anakmu ARGA NUR PRATAMA menyatakan rasa rindu ku pada mu Ayah.



Penulis : Arga Nur Pratama